Menanti Sang Beibie

Sudah lewat dari HPL, beibieku belum juga lahir. Tadi malam adalah jadwal rutin priksa beibie, hasil USG menunjukkan tanda-tanda beibie dalam keadaan sehat. Dokter Okta menyarankan Jika belum ada tanda-tanda, hari rabu 2 Nov 2011 harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Ya hanya bisa berdoa, semoga kau lekas lahir wahai beibie ku tercinta. Bunda n Beibie harus kompak, semangat kalian pasti bisa melewati masa-masa spesial ini, ingatlah ini anugerah yang sangat berharga. Kehadiranmu telah dirindukan keluarga besar kita, segeralah obati rindu kami dengan tangismu wahai beibie ku.

KERINDUANKU, KEPASRAHANKU DAN KESUCIANMU

9 bulan lebih kau berada dirahim bundamu

9 bulan lebih kau merajut kerinduan di hatiku

9 bulan lebih kau tunjukkan keajaibanmu

9 bulan lebih kau tunjukkan aksimu dalam rahim bundamu

Beibie ku, setiap detik jiwaku memikirkanmu

Beibie ku, detak jantungmu mengalun ditelingaku

Beibieku, tingkah polahmu memenjarakan imajinasiku

Beibieku, kesucianmu mensucikan jiwaku

Hari-hari mendekati kelahiranmu, hatiku tak bisa lepas darimu

Jiwaku ingin slalu menemanimu

Menyemangati bunda n beibie tanpa henti

Keyakinanku, kalian pasti bisa melewati

Semoga tangismu segera mengobati kerinduan kami

kehadiranmu, anugerah dikala situasi sulit ini

Aku hanya bisa mendampingi kalian

Dan aku hanya bisa mendoakan

Pojok ilmu, 28 Oktober 2011

21W 1D

Hari ini beibie telah berumur 21W 1D, tadi malam dia aktif mengajak bermain dengan menendang-nendang perut bundanya, mungkin karena kegirangan mendapati bundanya yang telah lama nyidam buah “duku” akhirnya kesampaian juga. Tadi malam tepat terjadinya gerhana bulan, aku jadi berfikir apa beibie tahu kalau tadi malam ada gerhana bulan jadi dia kegirangan ingin menyaksikan gerhana bulan, ahh khayalanku terlalu tinggi beibie masih asik menjalani kehidupan didalam rahim bundanya, dia masih asik bermain dalam rahim bundanya dan mencaritahu serta mengenali apa saja yang ada didekatnya.

Pengalaman menjalani proses kehamilan anak kami yang pertama ini memang benar-benar menakjubkan. Tiap jam, hari, minggu, bulan selalu kita nanti perkembangannya dan kita amati sejauh mana perkembangannya, semoga kau slalu sehat beibie. love u beib

WAH

“WAH”

Wah……….
Wah……….
Wah ladalah
Wah………

Sinar itu menyusup disela-sela lubang pertolongan
Hangat walau hanya bermakna ironis ditengah-tengah serbuan dingin musim pancaroba
Tangan-tangan pertolongan hanya sebatas ilusi
Keyakinan membunuh keputusasaan

Tangisan, hanya sebatas air mata darah nan mengering
Teriakan, hanya sebatas robeknya pita suara
Sudahlah semua hanya hiasan kehidupan
Sudah saatnya kita berkemas…. WAH….

Jogja, 16-06-2011

Perpustakaan di Era Generasi Millennial

Perpustakaan di Era Generasi Millennial

(Andi Priyana, SIP.)

Pendahuluan

Merujuk pada penjelasan atas Undang-Undang Republik Indonesia nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan yang berisi “Keberadaan perpustakaan tidak dapat dipisahkan dari peradaban dan budaya umat manusia. Tinggi rendahnya peradaban dan budaya suatu bangsa dapat dilihat dari kondisi perpustakaan yang dimiliki. Hal itu karena ketika manusia purba mulai menggores dinding gua tempat mereka tinggal, sebenarnya mereka mulai merekam pengetahuan mereka untuk diingat dan disampaikan kepada pihak lain. Mereka menggunakan tanda atau gambar untuk mengekspresikan pikiran dan/atau apa yang dirasakan serta menggunakan tanda-tanda dan gambar tersebut untuk mengomunikasikannya kepada orang lain. Waktu itulah eksistensi dan fungsi perpustakaan mulai disemai. Penemuan mesin cetak, pengembangan teknik rekam, dan pengembangan teknologi digital yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi mempercepat tumbuh-kembangnya perpustakaan. Pengelolaan perpustakaan menjadi semakin kompleks. Dari sini awal mulai berkembang ilmu dan teknik mengelola perpustakaan”. …Lanjutkan…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.