Skripsi ooh skripsi, mengapa kau begitu sukar ku taklukan? begitulah mungkin yang terlintas di benak para mahasiswa akhir termasuk saya. Skripsi seakan menjadi momok yang menakutkan tapi diinginkan. Sebagian mahasiswa bahkan harus rela kehilangan gelar yang sebenarnya sudah akan ia dapatkan setelah bertahun-tahun menjalanni rutinitas kampus. Di sini penulis akan sedikit menggambarkan hal-hal yang mungkin menjadi batu sandungan rekan-rekan mahasiswa dalam mengerjakan skripsi.
- Minat, minat disini memegang peranan penting dalam penggarapan sebuah skripsi. tanpa minat maka sesuatu yang sebetulnya sangat mudah malah akan menjadi beban berat. Dari pengamatan penulis sebagian mahasiswa tidak menaruh minat terhadap judul atau tema yang akan diangkat dalam skripsinya. Hal ini terjadi karena biasanya para mahasiswa ketika melihat teman-temannya sudah mengajukan judul maka ia merasa harus segera menyusul. Disatu sisi hal ini bermakna positif tapi disisi lain malah memunculkan rasa tergesa-gesa dan asal jadi. Mereka berpikir bahwa asal judul sudah masuk maka tinggal penggarapan saja. Mereka tidak berpikir panjang apakah ia berminat terhadap tema yang akan ia anggkat atau tidak. Nah disinilah letek kesalahan pertama, misalkan ketika ditengah jalan ia mengalammi kesulitan maka ia akan mudah menyerah dan timbullah rasa frustasi.
- Penguasaan materi, hal ini penting mengingat berhubungan dengan isi dari skripsi. Mahasiswa yang memilih teori
asal jadimaka ia akan terjebak dalam masalah penguasaan materi. Hal penting yang seharusnya ia angkat dalam skripsinya malah diabaikan dan hal-hal yang gak penting malah diangkat. Ini terjadi karena kurangnya penguasaan materi. - ………………………………………………………………………. ?
Itu saja dari saya bagi yang mau memberi masukan sangat saya persilahkan memberi tambahan dan komentar, demi membantu rekan-rekan mahasiswa khususnya saya sendiri.Hehe
DIarsipkan di bawah: Sok Keminter

setuju…..!!!!
Aphe_Joss pada Hani
Wah komentar yang minimalis banget