|
Ketika browsing cari-cari informasi berkaitan dengan dunia pustakawan eh gak sengaja nemu berita ini, bagus juga untuk informasi dan wajib diketahui oleh temen-temen pustakawan, silahkan dibaca dan dikomentari. Pustakawan Menggugat |
|
KabarIndonesia - Beberapa elemen masyarakat memadati ruang kraton Perpustakaan Nasional RI di Jakarta, Kamis (12/2). Mulai dari kepala perpustakaan nasional RI yang datang terlambat, juga personil di bawahnya, tenaga pengajar departemen perpustakaan dan informasi UI, hingga aktivis LSM, dan beberapa asosiasi kepustakawanan dan taman bacaan. Acara bertajuk Seminar Kepustakawanan Indonesia: siapa pemimpin perpustakaan nasinal mendatang ini, menghadirkan beberapa pembicara. Diantaranya Ridwan Siregar, Kepala Perpustakaan USU Medan dan Binny Buchori caleg Golkar dapil Yogyakarta yang juga pernah mengajar di Jurusan Ilmu Perpustakaan UI, kini menjadi ketua organisasi forum LSM (INFID), Binny Buchori, dengan moderator Agus, staf pengajar Ilmu Perpustakaan Fakultas Komunikasi Unpad Bandung. pihak perpustakaan nasional RI mengetahui terlebih dahulu kebutuhan di daerah agar tidak mubazir,” ujar Ridwan, ketua umum jaringan taman bacaan Sulawesi Selatan. Frans Farera, pegiat penerbitan di Jakarta mengungkap buku-buku yang terbitkan di Indonesia menyusut, dari 11.000 per tahun menjadi 7.000 buku saja pada tahun 2008. Fungsi perpustakaan sebagai deposit koleksi terbitan Indonesia, jumlah koleksinya tidak sebanding dengan jumlah terbitan yang ada. Sedangkan, Library of Congress milik AS memiliki hampir semua koleksi terbitan Indonesia, hingga terbitan lembaga-lembaga di pelosok daerah tanah air ini. Sementara, Kepala Perpustakaan Nasional RI, Daddy P. Rachmananta, yang hadir di saat acara akan selesai, mengatakan pihaknya sedang mengajukan dana untuk pembangunan gedung. Gedung tersebut rencananya akan di bangun sekitar 23 lantai di jalan Merdeka Selatan Jakarta. Persoalannya, bagaimana dengan pembangunan perpustakaan-perpustakaan yang ada di daerah-daerah? sumber; Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/ |
DIarsipkan di bawah: Kepustakawanan

bagi saya pergantian pemimpin Perpusnas seharusnya orang2 yang memang berbagroud Ilmu perpustakaan dan bukan dari luar itu, persoalan PNS atau tidak itu jadi masalah yang penting punya kapabilitas untuk memimpin perpusnas yng akan datang. dan juga memajukan perpustakaan di tanah air.
bukan begitu bung Aphejos