Dikala malam semakin larut, dikala mata ini gak bisa diajak berkelana kedunia mimpi, dikala raga ini menuntut penyegaran, otakQ malah memaksaku untuk merenunggi profesi yang ku jalanni. Apakah pilihan untuk berprofesi sebagai pustakawan adalah pilihan yang tepat? Apakah esok hari profesi ini mampu menghidupi istri dan anak-anakku? Apakah profesi ini mampu bertahan ketika digitalisasi melanda dunia perpustakaan? Apakah profesi ini mampu menunjukkan peran fitalnya dalam bidang pendidikan di negeri ini? Apakah profesi ini membanggakan? Apakah pemilu kali ini akan memberi pencerahan kepada profesi ini? Apakah Para caleg yang akan memperebutkan kursi di wakil rakyat mau memperjuangkan nasib profesi pustakawan? apakah….apakah….dan apakah memenuhi seluruh otakQ hingga pening ku rasa, ah semakin ku pikirkan semakin ku tak kuasa untuk menjawab semua pertanyaan-pertanyaan itu. Raga yang semakin rapuh, otak yang semakin lelah memaksa mataku untuk terpejam, menyeret seluruh pertanyaan-pertanyaan itu kealam mimpi.
DIarsipkan di bawah: RenunganKu
