Musim Penyakit, dan Aku pun Tak Luput

Kemarin malam aku masih bisa tersenyum tapi kini senyum itu seakan sirna. Tepatnya tadi pagi, bagun tidur biasanya tubuhku terasa segar tapi tadi? demam telah menghinggapi tubuhku. Peri Kecilku baru masa pemulihan kok giliran aku yang terkapar. Ternyata aku tak luput dari serangan penyakit musim “pancaroba”. Hingga tulisan ini ku buat demam di tubuhku tak kunjung pergi. Walau aku berpakaian rangkap (kaos, jaket dobel) kok masih juga terasa dinggin banget. Tentang keadaanku sekarang peri kecilku belum ku beri tahu karena aku tak mau di cerewet nyuruh aku istirahat n lok dia ampek tahu tentang kondisiku sekarang dia bakalan lama menjalanni masa pemulihannya. Seperti yang pernah kutulis dalam tulisanku yang lampau dia itu tipe cewek yang cepet panik.

Malam inipun aku masih ada kejaan gantiin temanku yang sedang sakit, ya lok tahu aku juga bakalan sakit aku gak bakalan mau ngantiin dia. Lok gak mau dikira gak setia kawan, tapi lok tahu aku juga bakalan sakit?………….

Aku jadi berpikir, kenapa ketika aku sehat aku gak memanfaatkannya dengan baik. Manusia dari dulu bisanya menyesal ketika semuanya telah berlalu, klise. Malam ini moga aku dapat melaluinya dengan sisa-sisa tenagaku. Jika aku berpikir hari esok maka aku akan merasa tak mampu melalui malam ini. Gimana gak gila aku besok pagi harus kerja lagi itupun dimulai jam 06:00. Huuuuuh

Lantas bagaimana dengan yang dialammi Ortuku, beliau berdua telah membanting tulang bertahun-tahun tuk menghidupi kedua anak-anaknya. Pagi,siang, dan malam bagaikan gak dirasakan mereka. Hujan, panas, dingin, lelah, pegel, malas, lapar, letih, bahkan sakitpun tak beliau rasakan demi masa depan kedua anaknya. Apakah perjuangan mereka pantas diberikan padaku?…… Aku yang belum bisa lok gak boleh dikatakan gak bisa memenuhi harapan-harapan n cita-cita mereka. sedih amat

Maafkan anakmu ini

Maafkan…………………

Ortuku asli sukoharjo (solo), mereka hijrah ke jogja ketika aku masih balita bayi, demi menyekolahkan anak-anaknya sekaligus mengawasinya mereka rela ke jogja dan meninggalkan kampung halaman. Di jogja keluargaku nomaden, berpindah-pindah kontrakan karena tak mampu beli rumah. Kenangan masa-masa kecilku terlukiskan di daerah, gowok, sapen , gendeng, dll. Karena nomaden inilah aku banyak memiliki teman. Ortuku termasuk orang yang aneh menurut penilaianku, betapa gak aneh? di sukoharjo Ortuku udah dua kali membangun rumah. Yang pertama udah dihancurkan karena termakan usia dan yang kedua dulu menjadi rumah kosong tetapi sekarang di tempatin ma saudara bapakku. tanpa ikatan kontrak, karena beliau tidak enak lok dikontrak saudara sendiri mereka hanya disuruh menjaga dan membersihkannya.

Keluargaku punya rumah tapi Ortuku memilih ngontrak di jogja. Padahal di jogja keluargaku ngontrak 2 kamar dan ukurannya kecil banget. Sedangkan di Sukoharjo rumahku lebih dari pada cukup untuk ditempati 4 orang. Aneh bukan!

Seiring bertambahnya usia ortuku, semakin berat beban pikiranku. Apa aku mampu mewujudkan harapan dan cita-cita beliau?.

Semoga aku dapat mewujudkannya lok tidak maka berdosalah aku.

 

 

3 Tanggapan

  1. makanya lok kerja tu cari tempat yg dkat t4 tinggal…biar bs jalan kaki. men ngirit. trus resiko kena angin malam sebentar…jadi ga mudah sakit

  2. ndeso…kena AC ja masuk angin…

  3. Aphe_joss Pada fans beratmu

    ya mau gimana lgi, sekarang ini cari kerja amat teramat sulit jd ya mau gimana lagi. Ya lok kamu da lowongan buatQ ya bisa Aq pertimbangkan. heheheheh……..

    Aphe_joss Pada rifal

    Waduh aq sakit bukan masalah kena AC, tapi Aq kan biasanya ngalamin 4 musim trs di Indonesia cuman da 2 jd kondisiQ gak setabil. 4 musim tuh maksubnya (Musim utang, kere, bayar utang, gajian)……………huwakakak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: