Pustakawan Dalam Cerita

            Mungkin judul diatas cocok untuk mengambarkan realita dilapangan yang dialami oleh para rekan-rekan pustakawan. Pustakawan masih dianggap sebagai penata buku dan penjaga buku, padahal pustakawan sekarang ini tidak demikian. Pustakawan adalah pekerjaan yang bergerak dalam bidang jasa yaitu jasa penyedia informasi. Jika dilihat dari awal suatu perpustakaan berdiri maka peran pustakawan sudah dapat dilihat. dari merencanakan, mengadakan koleksi, penataan, pengolahan, dll.

          Realita dilapangan pustakawan masih sangat tidak diperhatikan oleh pemerintah, gaji dan tunjangan seorang pustakawan masih sangat rendah. Apalagi pustakawan sekolah mereka sangat diabaikan kadang pustakawan diemban oleh guru bahasa Indonesia. Padahal tugas pustalawan sangat berat.

          Sekarang kembali ke kampus, penulis adalah mahasiswa jurusan Ilmu Perpustakaan semester akhir. Teman-teman saya sudah banyak yang terjun kelapangan untuk menjadi pustakawan. Pada awalnya mereka berpendapat bahwa gaji yang akan mereka terima sebanding atau minimal sesuai dengan UMR tapi kenyataannya amat memperihatinkan. Jangankan sesuai dengan UMR, jauh ya amat jauh dibawahnya. Baiklah saya contohkan teman saya Si Tugu Pancoran, dia berkerja di 2 SD yang berbeda sebagai pustakawan. Dari kedua SD tersebut gajinya sama, hanya 1 lembar uang kertas warna merah. Pa gak ngenes. Jadi dalam sebulan dia digaji 2 lembar. Adalagi temenku Si Kur ia juga menjadi pustakawan di SD dan gajinya juga sama 1 lembar. Openg dia juga kerja di SD tapi Swasta dia malah lebih mendingan dari kedua temenku tadi dia bisa dapat gaji 2,75 lembar dan masih ada uang tunjangan dan uang amplop lok dia ikut dalam suatu kegiatan sekolah. Jadi dari contoh teman-teman saya tadi dapat diambil kesimpulan bahwa pihak swasta lebih menghargai pustakawan dari pada negeri.

           Ya pustakawan memang masih dalam bentuk cerita tapi saya yakin kebangkitan dunia perpustakaan pasti bangkit dan memegang peranan penting dalam pendidikan dan kehidupan. Kapan? Entahlah.

22 Tanggapan

  1. ayo metu kuliah ae…cari jurusan laen. pustakawan ra nguripi !!!

  2. Aphe_Joss pada Pustawakawan sejati

    wiiiiiiiiiihhhhhhhhhh
    Katanya Pustakawan sejati kok malah gitu seh, eh apa bahasamu pakek sitiran ya. Duh pintar amat seh buat sitirannya. yang sabar ya mbak, mas, dek. yakinlah suatu saat nasib pustakawan akan lebih baik.
    Hidup Pustakawan

  3. Kok “entahlah”….
    Duh, saya sebagai petugas perpustakaan setelah baca artikelmu kok jadi merasa tambah ngenes ya…
    Harusnya di akhir artikel, kamu tulis kalimat2 yang bisa lebih memotivasi profesi pustakawan. Atau kasih solusi2 yang bisa menghidupkan dunia pustakawan.

    Aphe_Joss pada Rita

    Ya pengennya seh gitu mbak, tapi saya binggung lok mau nulis sesuatu yang bisa memotivasi. Karena jika lihat di lapangan sungguh mengenaskan nasib para pustakawan (ya ngak semuanya tapi sebagian besar)

  4. mas…aku juga calon pustakawan loh..semester 7 tapi ga pesimis gitu, emang kita orientasinya non profit..tapi masaq iya seh kita ga bisa jual informasi???
    sekali sekali ato seterusnya jadi information broker kegnya ga dosa deh..so jangan ngarepin tunjangan apalagi UMR yang menyedihkan donk

  5. Aphe_Joss pada Sagytha

    Ya iya lah, informasi itu emang mahal = harusnya orang perpustakaan dapat memanfaatkannya. So semangat ya!!!

    Wah bentar lagi aku lulus, padahal kayaknya ilmuku masih amat-amat dangkal dalam bidang perpustakaan. Hahahahahahaha….

    Eh ya kamu kuliah dimana?lok boleh tahu?

  6. Jangan pesimis jadi pustakawan, harus bangga..!! pustakawan ibarat ayam di lumbung padi, segala informasi ada di depan kita. Pustakawan adalah tempat bertanya, apapun pertanyaannya kita harus bisa menjawab karena kita tau dimana jawaban itu ada.Yang pernah kuliah di jurusan ilmu perpustakaan pasti paham ini…iya khan..? dan jangan ngenes dengan gaji yg kecil krn itu tergantung dari masing-masing institusinya, banyak juga kok yg bisa ngasih gaji gede klo memang organisasi tersebut bonafide. ok…HIDUP PUSTAKAWAN

  7. Ya begitulah gambaran dunia pustakawan di Indonesia. Dulu waktu masih di bangku kuliah, klo dengar cerita2 dosen tentang pustakawan di luar negeri kayaknya enak bgt, mereka begitu dihargai karena jasanya. Kadang emang ngenes sih, apalagi klo ada yang komentar “Tamatan S1 kok mau sih kerja kayak gini???”.
    Emmm…. sabar lagi…sabar lagi….

  8. Aphe_Joss Pada Sulis Naeni

    Terimakasih Atas dukungan moril nya. Begini Mbak sekarang kalao masalah gaji saya rasa bukan hanya institusi yang bonafide aja yang dapat menentukan gaji yang layak bagi profesi pustakawan. Tapi diperlukan pula kesadaran dari atasan untuk menghargai profesi pustakawan. Contohnya temen saya kerja di PTN yang bonafide di DIY tapi toh gajinya juga jauh dari standar kelayakan gaji profesi pustakawan (jika ada standarnya). Tapi kita memang harus optimis demi masa depan profesi yang kita cintai. HIDUP PUSTAKAWAN!!!.

  9. Aphe_Joss Pada Nurul Hayati

    Ya kalau dari awal kuliah kita di ceritain kalau profesi pustakawan di luar negeri kurang dihargai, hampir dipastikan sebagian mahasiswa akan memilih transfer ke jurusan laen. bukan begitu?. Kita memang harus sabar dan yakin bahwa suatu saat profesi pustakawan akan sangat dihargai sama seperti profesi-profesi laennya. Semoga.

  10. numpang lewat

  11. Aphe_Joss pada calon pustakawan

    Monggo, silahkan

  12. Wah.. Semangat dong pustakawan, saya seorang pustakawan yang alhamdulillah sekarang sudah bergabung di perusahaan minyak bersekala international di Indonesia gaji awal saya CUMA 500 US dollar. Jadi jangan berfikir kalau jurusan Ilmu Perpustakaan tidak mempunyai masadepan yang menjanjikan. Pustakawan sangat-sangat menjanjikan asal kita mampu berperan dalam suatu kegiatan atau komunitas.
    Hidup Pustakawan.

  13. sebagai tambahan penyemangat…. kalao njenengan2 tahu, istri george W bush, presiden amerika sekarang tuh, dulunya juga pustakawan lhoo…. malah cuman perpustakaan sekolah yang tingkatnya kalo di indonesia tuh kayak SD itu…. tapi dia bangga dengan pekerjaannya….. gak ada yang ngira kan????

  14. ikutan gabung y…????
    menurut aku,y .. emang memprihatinkan nasib para pustakawan kita saat ini.tapi toh y kita hrs memberi spirit baru pada adek-adek kita yang telah terjun ke dunia ini (kayak terjun payung ,hehehehe) agar kedepanya mereka lebih termotivasi dan lebih PD tidak minder gtu.ngmng2 bntr lagi kan ada BPS 2008. nah tu moment yang tepat tu buat memberi wasiat bkn harta tapi kepercayaan diri spirit baru…!!!
    jd jgn terlalu mendramtisir keadaan pustakawan kita saat ini.klo dalam segi agama rejeki tu yg ngatur ALLAH SWT.jgn kecil hati klo gaji pustakawan tu kecil.emng bnr gaji kita kecil tapi jasa kita besar buatt bangsa dan negara untuk melayani masyrakat.
    SEMANGATTTTTTTTTTT!!!!!!!!

  15. Iya… Jangan Pesimis jadi PUSTAKAWAN. Apa-pun dan bagaimana-pun itu pilihan qita jadi harus tatag ndadepin hidup teteplah ada manis-manisnya. Kalo bisa sih… Jadi Pustakawan di PTS, gaji-nya lumayan lho…. Kaya aq. He…e….

  16. pustakawan adalah jalan hidup

  17. Aphe_joss Pada Anggi

    Ya memang jalan itu telah terlanjur saya pilih so Perjuangan tuk mengapai mimpi-mimpi pustakawan tlah Q tabuh dalam jiwa sang pustakawan sejati, hehehe

  18. ive been 15years working as librarian…. its really a nice job because I love everything aboot books and how to manage em well…
    As librarian: price your name (said uncle Obama), if U always consider urself as a clerk, everybody will make it for u but if U with ur self esteem say I’m a librarian : I know everything about stock exchange, i know everything about movie, I know politics pretty well blablabla…. then ur price will be decrease higher and higher and higher….. viva librarian….

  19. Aphe_joss pada carol

    Wao, Viva librarian!!!!

  20. curcol nih : sy dulu bekerja di perpustakaan sd sampai 3 bulan, bulan pertama sy di beri gaji 1,5 rebet. Gw pikir ga apalah mungkin gaji pertama. Tpi bulan ke 2 ke 3 tetep sama aja..,sy terus berfikir knp sy begitu bodohnya menyianyakan waktu untk kuliah yg pd akhirnya memberi gaji yg begitu mengerikan unk ukuran lulusan perkuliahan. Pdhl dulu sy sebelum kuliah prnh bkrj di jakarta dg ijazah sma, dan gaji saya 15 lembar uang merah.ga sebanding bukan ?. Skrng sy jdi tki di korea, dan sy kaget dg gaji pertama sy disini, jauh jauhhh sekali diatas rata2 dg standar umr di indo. Sy emang anak bengal, dan sempet jd baik dg menuruti ortu unk kuliah jurusan perpus, stlh terjun kelapangan dan mendapati kondisi yg miris itu, sy berontak !! Meski sy anak nakal,tpi sy punya tujuan untuk berangkatkan ortu sy naik haji, tpi apa bisa dg hnya mengandalkan gaji pustakawan yg seemprit itu ?? Ga ada yg beres sistem pendidikan di indo..,!! Maaf bila ucapan sy terlalu blak blakan, sy orang’y emosian.

  21. Itulah realita sob..sabar sabar dan sabar..

    “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5)
    “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 6).

    Ini janji Alloh sob..tidak mungkin 1 kesulitan mengalahkan 2 kemudahan.

  22. saya bangga jadi pustakawan, tapi saya tidak bangga dengan bayaran saya. mau makan apa anak istri saya nanti?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: